Jembatan Sungai Lusi Diproyeksikan Jadi Jalur Lingkar Selatan

Mas Arief /
SM/Abdul Muiz - CALON LOKASI : Sebuah jembatan akan dibangun di atas Sungai Lusi. Jembatan yang menghubungkan Desa Buluroto dan Tutup itu diproyeksikan menjadi jalur lingkar selatan Blora. (39)

BLORA - Jembatan di atas sungai Lusi yang menghubungkan Desa Buluroto, Kecamatan Banjarejo dan Desa Tutup, Kecamatan Tunjungan diproyeksikan menjadi jalur lingkar selatan. Jembatan yang direncanakan akan dibangun 2020 itu diharapkan menjadi solusi kepadatan arus lalu lintas di jembatan Kaliwangan usai pemindahan pasar induk ke kawasan Gabus, Kelurahan Mlangsen.

baca juga : Tinjau Ruas Jalan Kamolan-Banjarejo
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Blora Samsul Arief di sela-sela mendampingi peninjauan Wakil Bupati (Wabup) H Arief Rohman di calon lokasi pembangunan jembatan Sungai Lusi menuturkan, jembatan tersebut akan dibangun selebar jembatan Jembar yang menghubungkan Kedungjenar dan Beran.
”Kita rencanakan lebar sekalian, karena diproyeksikan bisa menjadi jalur lingkar selatan mulai dari Bangkle-Pelem-Kamolan-Sendangwungu-Buluroto-Tutup. Setelah jembatannya nanti jadi, baru kita pikirkan untuk pelebaran jalannya. Setahap-setahap dahulu,” ujarnya, kemarin.
Wabup menjelaskan, rencana pembangunan jembatan Sungai Lusi merupakan usulan masyarakat sebagai salah satu jalur alternatif. Usulan dikemukakan mengingat jalur utama Kamolan-Kaliwangan semakin padat usai kepindahan pasar induk Blora ke Gabus.
”Setelah pasar pindah ke Gabus, setiap hari jalur Kamolan-Kaliwangan semakin padat lalulintasnya. Anak sekolah yang akan ke utara dan masyarakat yang akan berbelanja ke arah selatan, sehingga jembatan Kaliwangan padat. Karena itu, butuh jalur baru untuk memecah kondisi tersebut,” katanya.
Diusulkan Tahun 2020 Menurut dia, hasil tinjauan lapangan di calon lokasi pembangunan jembatan akan disampaikan kepada Bupati Djoko Nugroho. Pembangunan jembatan itu pun akan diusulkan masuk kegiatan 2020.
”Jadi, nantinya siswa dari desa-desa di Kecamatan Banjarejo yang akan sekolah ke SMA 1 Tunjungan, MAN Blora, SMK Bakti Husada, SMK Muhammadiyah 1 dan 2, SMK 1 Blora, SMK Ma’arif NU dan sekitarnya tidak perlu berputar lewat Kaliwangan. Langsung lewat jembatan baru dari Buluroto tembus Desa Tutup, Tunjungan,” tandas Wabup.
Dalam kunjungan lapangan itu, dia didampingi Kepala Bappeda Samsul Arief, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) yang diwakili Kabid Bina Marga Wilayah I Sudarno, Camat Banjarejo, Camat Tunjungan, Kades Buluroto dan Tutup.
Peninjuan pertama dilakukan di sisi selatan sungai, wilayah Desa Buluroto, Kecamatan Banjarejo. Tepatnya dari perempatan Dukuh Teleng ke utara, atau sebelah barat makam Desa Buluroto. Peninjauan dilanjutkan ke sisi utara sungai, tepatnya di Dukuh Ngetrep, Desa Tutup, Kecamatan Tunjungan.
Kabid Bina Marga Wilayah I Sudarno mengemukakan, DPUPR sudah menyiapkan rencana bentang jembatan yang akan melintang di atas Sungai Lusi tersebut.
”Setelah kami hitung, bentang jembatan nantinya sepanjang 40 meter. Kita pilih posisi jembatan yang tegak lurus dengan arah aliran sungai. Karena jika pas tikungan arus sungai, posisi jembatan akan berbahaya,” ungkapnya. (H18-39)
link berita:
https://www.suaramerdeka.com/smcetak/baca/172633/jembatan-sungai-lusi-diproyeksikan-jadi-jalur-lingkar-selatan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar