Bupati Blora Curahkan Masalah Sekolah Tatap Muka hingga Jalan Rusak ke Ganjar

Mas Arief /


 

Bupati Blora, Arief Rohman di Pendopo Bupati Blora, Senin (8/3/2021)(KOMPAS.com/ARIA RUSTA YULI PRADANA)

KOMPAS.com - Bupati Blora Arief Rohman mengikuti rapat koordinasi dengan Kementerian Perdagangan dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Semarang, Jawa Tengah.

Dalam pertemuannya dengan Ganjar Pranowo, Arief Rohman mencurahkan sejumlah persoalan. Permasalahan yang pertama yang disampaikan ke Ganjar Pranowo tentu saja terkait rencana pembelajaran tatap muka di sekolah.
"Kepada Pak Gubernur tadi kita sampaikan beberapa permasalahan Kabupaten Blora. Salah satunya rencana pembukaan sekolah tatap muka. Yang pada prinsipnya Gubernur menyetujui namun dilakukan secara bertahap dan tetap mematuhi protokol kesehatan. Akan kita atur bersama,” ujar Arief Rohman, Selasa (16/3/2021).

Permasalahan kedua yang diadukan terkait tentang infrastruktur jalan. Sebab, lebih dari 70 persen kondisi jalan di Kabupaten Blora rusak. Seperti kerusakan jalan provinsi yang terjadi di Jalan Blora-Purwodadi, Jalan Cepu-Randublatung-Doplang, dan Jalan Ngawen-Japah-Todanan hingga batas Pucakwangi (Pati).
“Kerusakan jalan provinsi di Kabupaten Blora juga kita sampaikan langsung ke Pak Gubernur. Semoga segera ada tindak lanjut dari dinas terkait," terangnya.

Sedangkan persoalan lainnya yang disampaikan Arief Rohman terkait rendahnya harga gabah di tingkat petani yang seharga Rp 3.500 per kilogram. Sehingga pihaknya akan memanfaatkan Sistem Resi Gudang (SRG) yang sudah dibangun oleh Kementerian Perdagangan sejak tahun 2013 di Kecamatan Kedungtuban. Harapannya supaya bisa diaktifkan kembali untuk serap gabah petani.
“Di Blora ini sudah ada sistem resi gudang (SRG) di Desa Sidorejo, Kecamatan Kedungtuban tapi kondisinya mangkrak. Ini akan kita upayakan secepatnya agar resi gudang yang ada di Sidorejo segera berfungsi. Karena fungsinya bagus untuk menyerap gabah petani dalam kondisi harga gabah sedang turun,” katanya.

Dia mengatakan, keberadaan SRG ini nantinya bisa menstabilkan harga gabah petani.
"Ya semacam Bulog lah, tapi yang ada di daerah,” sambungnya.

Sekadar diketahui, gudang SRG di Desa Sidorejo dulunya dibangun dengan dana alokasi khusus (DAK) dan dana alokasi umum (DAU) dengan total anggaran mencapai Rp 4,84 miliar. Gudang SRG ini dibangun di atas tanah seluas 3.500 meter persegi milik Pemkab Blora.

Daya tampung gudang mencapai 1.500 ton gabah. Mesin pengering gabah berkapasitas 10 ton per delapan jam dan dilengkapi dengan lantai jemur gabah, ganset, listrik, tataan gabah, air, perkantoran dan mushala.

Kompas.com - 16/03/2021, 23:51 WIB
Penulis Kontributor Blora, Aria Rusta Yuli Pradana | Editor Dony Aprian BLORA,
link berita:
https://regional.kompas.com/read/2021/03/16/235123678/bupati-blora-curahkan-masalah-sekolah-tatap-muka-hingga-jalan-rusak-ke?page=all


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Popular Posts