![]() |
| Bupati Blora Arief Rohman menabur bunga di pusara makam RM Said Abdoelkadir Djaelani (1912-1926) Bupati dari kalangan santri. - Foto: MC Blora. |
Blora, InfoPublik – Tradisi berziarah ke makam leluhur kembali dilakukan Pemerintah Kabupaten Blora menjelang peringatan Hari Jadi Kabupaten Blora ke-276 yang jatuh pada 11 Desember 2025. Kegiatan ini menjadi rangkaian tahunan yang terus dibudayakan sebagai bentuk penghormatan atas jasa para pemimpin Blora.
Bupati Blora Arief Rohman bersama Wakil Bupati Hj. Sri Setyorini dan jajaran Forkopimda berangkat dari Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora sekitar pukul 07.45 WIB menuju Makam Gedong Tirtonatan di Desa Ngadipurwo, Kecamatan Blora. Rombongan mengenakan pakaian adat Jawa Tengah, sementara para perempuan mengenakan kebaya.
Setibanya di lokasi, rombongan melaksanakan doa dan tahlil yang dipimpin pemuka agama. Suasana khidmat menyertai prosesi penaburan bunga di makam para bupati Blora tempo dulu.
Makam Gedong Tirtonatan merupakan tempat dimakamkannya sejumlah pemimpin Blora, di antaranya Tumenggung Djajeng Tirtanata (1762–1782), Raden Tumenggung Prawirajoeda (1812–1823), RT Tirtakoesoema (1782–1812), RT Tirtanegara (1823–1842, 1843–1847), RT A. Tjakranegara I (1842–1843), RT Natawidjaja (1847–1857), RT A. Tjakranegara II (1857–1886), RMT Tjakranegara III (1886–1912), dan RM Said Abdoelkadir Djaelani (1912–1926).
Usai dari Makam Gedong Tirtonatan, rombongan melanjutkan ziarah ke Makam Gedong Ageng Sunan Pojok Blora dan Makam Giri Mulyo, Kecamatan Cepu, tempat dimakamkannya Bupati Blora ke-25, Basuki Widodo (menjabat 1999–2007). Melalui tradisi ini, Pemkab Blora menyampaikan terima kasih atas pengabdian para almarhum dalam membangun Blora, sekaligus memanjatkan doa agar peringatan Hari Jadi ke-276 membawa kemajuan dan keberkahan bagi masyarakat.
Rangkaian ziarah dilanjutkan ke Makam Eyang Jati Kusumo di Desa Janjang, Kecamatan Jiken, kemudian bersilaturahmi ke kediaman RM Yudi Sancoyo, (Bupati Blora 2007–2010).
Tidak hanya ziarah, Pemkab Blora juga menggelar kirab pusaka Keris Kiai Bismo pada Kamis (4/12/2025) malam sebagai bagian dari pelestarian budaya lokal. Kirab temu gelang ini dilaksanakan setelah proses penjamasan pusaka pada pagi harinya.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Blora, Dasiran, selaku koordinator kegiatan, menjelaskan bahwa tradisi ziarah tersebut merupakan lanjutan dari kegiatan ziarah sebelumnya yang dilaksanakan ke makam-makam bupati di luar daerah pada 20–21 November 2025.
Rombongan lebih dahulu berziarah ke TPU Salaman Moyo, Kecamatan Semarang Barat, tempat dimakamkannya Bupati Soekardi Hardjoprawiro (1989–1999). Selanjutnya menuju TPU Jangkang, Kota Semarang, untuk menabur bunga di makam Soekirno Sastro Dimejo (1960–1966), kemudian ke Kabupaten Temanggung untuk berziarah ke makam Soemarno Tjokro Saputro (1979–1989). Rombongan juga mendatangi TMP Kusumanegara Yogyakarta, makam Soepadhi Joedodarmo (1973–1979), dan TMP Kusuma Bhakti Surakarta, makam Srinardi (1966–1973).
Sementara itu, sesuai rencana, sejumlah pejabat Pemkab Blora akan melanjutkan ziarah ke makam Bupati Blora pertama, Raden Tumenggung Wilotikto (1749–1762), di Kompleks Pemakaman Keluarga Tjitrosoman, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, pada Jumat (5/12/2025).
(MC Kab. Blora/Teguh)
Link berita:
https://infopublik.id/kategori/nusantara/950136/tradisi-ziarah-jelang-harjad-ke-276-blora-terus-dilestarikan

Tidak ada komentar:
Posting Komentar