![]() |
| Rencana Revitalisasi Pasar Plaza Cepu dikoordinasikan dengan Kementrian Perdagangan RI oleh Bupati Blora, Arief Rohman. Rabu (9/9/26). (Istimewa/Kontributor Blora) |
Murianews, Blora — Pemkab Blora ingin menjadikan Pasar Plaza Cepu sebagai penggerak baru ekonomi kawasan timur Jawa Tengah. Berada di jalur strategis pintu masuk Jawa Tengah dari arah timur, pasar itu diproyeksikan tidak hanya menjadi pusat transaksi masyarakat.
Pemkab Blora juga ingin menjadikan Pasar Plaza Cepu menjadi simpul distribusi komoditas pangan dan produk unggulan Blora. Termasuk dalam hal ini produk beras organik Blora.
Hal ini disampaikan Bupati Blora H Arief Rohman saat melakukan kunjungan ke Kementrian Perdagangan RI. Rombongan diterima langsung oleh Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Iqbal Shoffan Shofwan dan Direktur Sarana Perdagangan dan Logistik Sri Sugy Atmanto di Gedung Kementerian Perdagangan RI baru-baru ini.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Arief Rohman menyampaikan keinginan Pemkab Blora untuk merevitalisasi Pasar Lama Cepu yang lebih dikenal masyarakat sebagai Pasar Plaza Cepu. Menurutnya, pasar tersebut memiliki nilai strategis karena berada di wilayah perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Keberadaan Pasar Plaza Cepu, tepat di salah satu pintu masuk Jawa Tengah dari arah timur. Posisi itu menjadikan Pasar Plaza Cepu berpotensi menjadi simpul perdagangan antarwilayah sekaligus pusat distribusi berbagai komoditas unggulan dari Blora dan daerah sekitarnya.
"Lokasinya sangat strategis karena berada di pintu masuk Jawa Tengah dari arah timur. Dengan posisi tersebut, Pasar Plaza Cepu memiliki peluang besar menjadi pusat transaksi perdagangan dan pergerakan ekonomi masyarakat," ungkapnya.
Menurut Bupati Arief Rohman, kebutuhan revitalisasi Pasar Plaza Cepu sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Blora yang mencapai sekitar 5,4 persen. Pertumbuhan tersebut, terutama ditopang oleh sektor pangan dan energi yang memiliki peran penting dalam struktur perekonomian daerah.
Karena itu, penguatan infrastruktur perdagangan dinilai penting agar pertumbuhan sektor pangan tidak berhenti pada peningkatan produksi. Tetapi berlanjut pada perluasan pasar, distribusi, transaksi, dan peningkatan nilai tambah bagi masyarakat.
"Pertumbuhan ekonomi Blora saat ini sebagian besar ditopang sektor pangan dan energi. Karena itu kami ingin membangun kembali Pasar Plaza Cepu agar menjadi pusat perdagangan yang lebih representatif dan mampu mendukung aktivitas ekonomi masyarakat," ujarnya.
Tak hanya membahas pembangunan Pasar Plaza Cepu, Bupati Arief juga memaparkan arah pembangunan ekonomi Blora yang kini semakin fokus pada pengembangan pertanian organik.
Pemerintah Kabupaten Blora bahkan tengah menyusun peraturan daerah tentang pertanian organik untuk memberikan kepastian dan kenyamanan bagi para petani dalam mengembangkan usaha mereka.
sumber: https://berita.murianews.com/nathan/475547/revitalisasi-pasar-plaza-cepu-distribusi-pangan-dan-beras-organik .

Tidak ada komentar:
Posting Komentar