Kampung Durian Bersanding dengan Cemoro Pitu

 
SM/Abdul Muiz - DESTINASI WISATA : Wabup Arief Rohman meneken prasasti peresmian Wana Wisata Cemoro Pitu dan peluncuran Kampung Durian di Waduk Greneng, Tunjungan, kemarin. (14)


BLORA- Perkembangan sektor pariwisata di Blora saat ini cukup pesat. Dengan melibatkan sejumlah pihak, kelompok sadar wisata (pokdarwis) di sejumlah desa diberdayakan. Mereka pun seakan berlomba-lomba memperkenalkan destinasi wisata di desa masingmasing kepada masyarakat.
Jumat (2/2), Pokdarwis Dukuh Nglawungan, Desa/Kecamatan Tunjungan meluncurkan destinasi wisata Kampung Durian.

Peluncuran objek itu yang bersamaan dengan peresmian Wana Wisata Cemoro Pitu dilakukan Wakil Bupati (Wabup) Blora Arief Rohman mewakili Bupati Djoko Nugroho.
Peluncuran destinasi wisata baru tersebut dikemas dengan tajuk ”Mlaku Mlaku Neng Cemara Pitu”. Tamu dan undangan yang hadir pun diajak menyusuri kawasan Kampung Durian dan Cemoro Pitu dengan berjalan kaki.
”Saya merasakan sensasi yang luar biasa, ini membuktikan Blora memiliki potensi besar di bidang pariwisata. Khususnya buah durian yang enak dan tidak kalah dari wilayah lain,” kata Wabup Arief Rohman.

Administratur Perhutani KPH Blora Rukman Supriatna mengaakan, wana wisata itu dinamakan Cemoro Pitu karena di tempat tersebut terdapat tujuh pohon cemara. ëíJadi kami sepakat menamakan wana wisata Cemoro Pitu.
” Adapun nama Kampung Durian disematkan karena di Dukuh Nglawungan terdapat sejumlah pohon durian beragam jenis.

Saat ini pohon durian tersebut telah berbuah lebat dan siap panen. Pengunjung pun bisa mencicipi buah durian sembari berwisata. Dengan sinergi antara Perhutani, Pemkab Blora dan Pokdarwis, Kampung Durian dan Cemoro Pitu diharapkan tumbuh jadi destinasi wisata unggulan di Blora serta meningkatkan perekenomian warga sekitar.

Wisata Alam
Wana wisata Cemoro Pitu berada di kawasan Waduk Greneng. Untuk menuju ke lokasi pengunjung lebih dahulu melewati jembatan apung. Sementara bagi yang ingin menikmati sensasi lain menuju Cemoro Pitu, wisatawan juga bisa menaiki perahu yang tersedia.
”Kami berharap destinasi wisata ini bisa dikembangkan lebih bagus lagi, terutama sarana untuk foto selfie, sarana bermain seperti kolam keceh dan yang tidak kalah penting adalah MCK," kata Wabup.

Wabup meminta Dinas Kepemudaan Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) membuat kegiatan menarik yang bernuansa budaya dan kearifan lokal di sekitar waduk bersama masyarakat desa. Dinporabudpar bisa bikin acara, seperti sedekah bumi (gasdesa).

Kemudian dijadikan sebagai lokasi wisata edukasi sehingga Waduk Greneng lebih dikenal.
”Yang tidak kalah penting, kata Wabup, jalan menuju lokasi wisata harus dibenahi sehingga nyaman dilalui.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Samgautama Karnajaya mengemukakan tahun ini dianggarkan dana Rp 5,5 miliar untuk memperbaiki ruas jalan di sekitar Tunjungan. Hanya anggaran tersebut belum mencukupi, sehingga perbaikannya pun dilakukan secara bertahap.(H18-14)


SuaraMerdeka.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar