Lima Pasien Covid-19 di Blora Sembuh

Mas Arief /
 
Inilah peta pesebaran terbaru covid-19 dan tes cepat reaktif (positif) di Kabupaten Blora, Kamis (3/6/2020), pukul 10.37 WIB. Foto : SB/Wahono


BLORA (SUARABARU.ID) –  Warga Kabupaten Blora, Jawa Tengah, yang terpapar (tertular) virus corona bertambah satu kasus menjadi 30 orang. Kasus terbaru adalah seorang wanita (ibu) hamil berdomisili di Kecamatan Kedungtuban.

Selain muncul kasus baru, ada kabar baik dengan sembuhnya dua pasien dari dua kecamatan, yakni Kecamatan Cepu dan Kecamatan Ngawen, keduanya adalah klaster Temboro atau santri yang mondok di Temboro, Magetan, Jawa Timur.

Wakil Bupati Blora, Arief Rohman (kiri) didampingi Direktur RSUD dr. Soetojono Kota Blora, Nugroho Adiwarso (kanan), saat update data terbaru pesebaran virus corona, Rabu (3/6/2020). Foto : SB/Wahono

“Tambah  satu kasus covid-19, tapi ada dua pasien yang sembuh,” beber Wakil Bupati Blora, Arief Rohman, saat update data terbaru pesebaran virus corona, Rabu (3/6/2020).

Arief menjelaskan, lima pasien yang sembuh itu adalah istri pasien pertama dari  Perumda, pasien Kentong Cepu, dan tiga orang pasien Temboro dari Kecamatan Cepu, Keamatan Ngawen dan Kecamatan Jati.

“Dari 30 warga Blora positif covid-19, tiga orang meninggal dunia semuanya memiliki penyakit penyerta,” jelas Wabup Blora.

Menurut Arief  Rohman, saat ini masih ada 22 orang terpapar virus corona yang masih dirawat, sebagian besar adalah klaster Temboro dengan rata-rata usia antara 11 tahun hingga 20 tahun.

Kompak dan Disiplin

Sementara orang tanpa gejala (OTG) 120, orang dalam pemantauan (ODP) 27, pasien dalam pengawasan (PDP) lima orang dan tes cepat reaktif sebanyak 107 orang, tambah Wabup Blora.
Dijelaskan Arief Rohman, bahwa kunci pencegahan persebaran virus corona adalah kekompakan bersama, yakni kompak dan disiplin untuk patuh pada protokol kesehatan.

“Kita harus terus kimpak dan disiplin memakai masker, jaga jarak, cuci tangan pakai sabun dan menghindari kerumunan,” kata Wabup Blora.

Arief  berpesan kepada masyarakat yang tetangga atau kerabatnya usai menjalani isolasi dan dinyatakan sembuh, harus bisa diterima layaknya orang sehat lainnya, angan dijauhi dan jangan didiskriminasi.

Selai itu, Selasa (2/6/2020) kemarin, Bupati dan seluruh jajaran terkait telah melaksanakan rapat membahas penyusunan konsep tatanan kehidupan normal baru (new normal) agar masyarakat bisa berdampingan disaat pandemi covid-19 tanpa risiko tertular.

Meurutnya Wabup Blora, new normal ini nantinya juga akan dilaksanakan bertahap pada kegiatan keagamaan, ekonomi dan sosial budaya.

“Konsepnya sedang disusun bersama, dan ASN/PNS besok Jumat sudah masuk kembali 100 persen dengan tetap mematuhi protokol kesehatan,” tambah Wakil Bupati Blora.

Masih dari Posko DTPP Covid-19 setempat, Direktur RSUD dr. Soetojono  Blora, Nugroho Adiwarso, menyampaikan bahwa hingga saat ini masih ada tiga pasien yang dirawat di ruang isolasi rumah sakitnya dan 14 paseien di Klinik Covid-19 Bakti Padma. .

Menurut Nugroho, para pasein itu harus terus disupport dan diberikan semangat untuk sehat bebas covid-19, karena kesembuhan pasien bergantung pada imunitas, sehingga jangan sampai mentalnya tertekan dan imunitasnya turun.

Wahono-trs
http://suarabaru.id/2020/06/03/lima-pasien-covid-19-di-blora-sembuh/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Popular Posts

Entri yang Diunggulkan

Cek Keruhnya Air PDAM Di Cepu

Berdasarkan laporan masyarakat yang masuk tentang keruhnya air PDAM di wilayah Cepu, Selasa (11/06) saya mengajak Direktur PDAM, Kepal...