![]() |
MENDUNIA: Bupati Blora Arief Rohman menghadiri Kongres Kabupaten Organik Tingka Dunia di Tiongkok, Senin lalu (25/8). (ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO) |
RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Selalu aktif dalam berinovasi pada bidang pertanian organik, Bupati Blora Arief Rohman raih penghargaan Kepala Daerah Terinovatif Kategori Inovasi Pertanian Organik di Pedesaan Jawa Pos Radar Bojonegoro Awards 2025.
Penghargaan itu selaras dengan upaya Bupati Arief membawa pertanian organik Blora ke kancah internasional. Tepatnya, mewakili Indonesia pada 25- 29 Agustus 2025, dalam acara Kongres Dunia Distrik Organik (ODC) ke-3 yang diselenggarakan di Kota Datong, Provinsi Shanxi, Tiongkok - China atau disebut Kongres Kabupaten Organik Tingkat Dunia 2025.
Orang nomor satu di Blora itu mengaku sangat bangga bisa membawa nama Blora ke kancah internasional. Terlebih, terkait pertanian organik yang selama ini menjadi bidang andalan masyarakat Blora yang terus diinovasikan di bawah pemerintahannya.
’’Alhamdulillah, atas izin Mendagri, Mensesneg, dan Gubernur Jawa Tengah. Kami mewakili Indonesia untuk berangkat ke Tiongkok. Pertanian organik Blora mendunia,’’ ungkap Bupati Arief.
Ia menjelaskan, dalam forum tersebut, melibatkan International Network of Eco-regions, Global Alliance of Organic Districts dan Asian Local Government for Organic Agriculture (ALGOA) yang diikuti sekitar 500 peserta, termasuk lebih dari 100 tamu dan pembicara internasional dari lebih dari 20 negara dan wilayah. Forum ini menjadi ajang untuk bertukar ide dan sharing mengenai pengembangan distrik atau kabupaten organik, yang diikuti 68 delegasi dari berbagai negara.
Pengalaman ini semakin memantapkan tekad Pemkab Blora untuk menguatkan kebijakan yang berpihak pada pertanian organik. ’’Kami harus menyusun kebijakan yang berpihak kepada organik. Saya berharap Blora bisa segera menyusun Peraturan Daerah (Perda) soal pertanian organik,” tegas Bupati Arief.
Lebih lanjut, Bupati Arief menyoroti inovasi yang telah dilakukan Blora melalui program GESEKU (Gerakan Sedekah Kotoran Sapi), yang berhasil mengantarkan Blora meraih predikat Kabupaten Terinovatif dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Inovasi ini menjadi contoh nyata pemanfaatan potensi lokal berupa kotoran ternak.
’’Ke depannya, program ini bisa kita tingkatkan lagi, karena sebagian besar babinsa juga bertani. Agar masing-masing desa bisa didampingi oleh OPD terkait,” tambah Bupati Arief.
Bupati Arief juga menyebutkan bahwa semangat gotong-royong dan potensi pertanian Blora sejalan dengan program prioritas Presiden RI, Prabowo Subianto di sektor pangan dan pertanian. ’’Dengan semangat gotong-royong, potensi Blora yang besar adalah pertanian. Bagaimana kita bisa meningkatkan sektor pangan dan pertanian. Ini selaras dengan program prioritas Presiden Prabowo,’’ ujarnya.
Selanjutnya, Bupati Arief juga menyampaikan apresiasi sebesar-besarnya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro yang telah memberikan Penghargaan Radar Bojonegoro Awards 2025 untuk pihaknya, sebagai Bupati Penggerak Inovasi Pertanian Organik di Pedesaan.
’’Mohon maaf saya tidak bisa hadir langsung secara pribadi untuk menerima penghargaan karena sedang mengikuti Kongres Kabupaten Organik Dunia 2025 di Tiongkok China,’’ jelasnya.
Ia mengakui, dengan penghargaan yang diraih, sangat berpengaruh terhadap kinerja pemerintahan terkait bidang pertanian ke depannya. ’’Semoga penghargaan ini semakin menambah semangat kami untuk terus mengembangkan pertanian organik yang sehat dan menguntungkan petani,’’ ujarnya.
Ia juga menyampaikan selamat kepada 10 kepala desa Kabupaten Blora yang juga mendapatkan penghargaan Jawa Pos Radar Bojonegoro Awards. ’’Selamat kepada seluruh kepala desa yang telah menerima penghargaan Jawa Pos Radar Bojonegoro Awards 2025. Semoga dapat menginspirasi desa-desa lainnya dalam meneruskan pembangunan desa,’’ ucapnya. (adv)
Link berita:
https://radarbojonegoro.jawapos.com/blora/716532003/semakin-mendunia-di-bidang-pertanian-organik-bupati-blora-raih-penghargaan-jawa-pos-radar-bojonegoro-awards-2025


Tidak ada komentar:
Posting Komentar