Anggota Pagar Nusa Tewas Dikeroyok, Bupati Blora Desak Polisi Segera Tangkap Pelaku

 

Anggota Pagar Nusa Tewas Dikeroyok, Bupati Blora Desak Polisi Segera Tangkap Pelaku (merdeka.com)

Arief Rohman yang juga menjabat sebagai Bupati Blora tersebut sudah silaturahmi ke keluarga korban untuk mengikuti malam tahlilan.

Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa Jawa Tengah, Arief Rohman menyatakan prihatin atas kejadian pengroyokan yang berujung memakan korban anggotanya Muhammad Bimo Saputra pada Jumat 26 Desember 2025 dini hari.

Arief Rohman yang juga menjabat sebagai Bupati Blora tersebut sudah silaturahmi ke keluarga korban untuk mengikuti malam tahlilan yang digelar oleh keluarga korban.

Usai mengikuti tahlilan, Arief mewakili PW PSNU Pagar Nusa Jawa Tengah serta pimpinan pusat menyampaikan belasungkawa atas wafatnya almarhum Bimo.

"Kami pertama berduka cita atas meninggalnya Mas Bimo. Kita doakan semoga almarhum husnul khotimah,” kata Arief, Selasa (30/12)

Agar Kasus Tersebut Segera Diungkap

Pasca kejadian tersebut, ia telah berkomunikasi dengan Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Ribut Hari Wibowo, serta Kapolres Demak, AKBP Ari Cahya Nugraha, agar kasus tersebut segera diungkap secara tuntas.

"Dari informasi yang kami terima, saat ini telah ditetapkan empat tersangka dan kemungkinan akan diumumkan dalam waktu dekat. Proses penyelidikan juga masih terus dikembangkan," ujarnya.

Arief meminta seluruh anggota Pagar Nusa agar tidak melakukan aksi balas dendam dan mempercayakan sepenuhnya penanganan kasus kepada aparat kepolisian. Karena peristiwa ini viral, sempat ada anggota Pagar Nusa dari daerah lain yang berniat datang ke Semarang.

"Tapi kami tegaskan tidak perlu, karena kami telah mendapat penjelasan dari kepolisian bahwa kasus ini ditangani secara profesional, para tersangka sudah ditahan, dan proses hukum akan terus dikembangkan," kata dia.

Penyelidikan

Saat disinggung mengenai penetapan empat tersangka, sementara dalam video yang beredar jumlah terduga pelaku terlihat cukup banyak, ia memastikan bahwa pihak kepolisian akan terus mengembangkan penyelidikan kasus tersebut. Terlebih, polisi telah mengantongi sejumlah bukti kuat untuk mengungkap para pelaku lainnya.

"Kapolres sudah menyampaikan dan berdasarkan bukti CCTV atau video-video yang ada tidak berhenti di empat ini,' jelasnya.

Kejadian pengeroyokan brutal itu bermula korban usai mengikuti kopi darat (kopdar) anggota Pagar Nusa lintas daerah di Lapangan Pucang Gading, Kecamatan Mranggen, Kamis (25/12) malam. Korban yang berada di sekitar Mranggen itu dikeroyok oleh geng motor.

"Padahal tidak pakai seragam sebenarnya. Jadi memang apa murni karena disangka apa? Gangster. Gangster atau apa? Padahal tidak. Anak-anak hanya lewat saja jadi korban dari aku oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab tersebut," katanya.

Link berita:

https://www.merdeka.com/peristiwa/anggota-pagar-nusa-tewas-dikeroyok-bupati-blora-desak-polisi-segera-tangkap-pelaku-514220-mvk.html


Tidak ada komentar:

Posting Komentar