Batam, JejakBlora.id – Di Batam, kota yang tumbuh dari peluh para perantau, nama Blora kembali disebut bukan sekadar alamat geografis, melainkan sebagai asal-usul yang terus dirawat. Dalam suasana silaturahmi sederhana bersama Paguyuban Wong Blora Community (WBC) Batam, Bupati Blora Arief Rohman duduk sejajar dengan warganya, tanpa jarak dan tanpa protokoler berlebihan.
“Semua orang bebas mencari penghidupan di mana saja, tetapi jangan pernah merasa jauh dari Blora. Pemerintah daerah memandang warga Blora di perantauan sebagai bagian penting dari denyut pembangunan,” ujar Arief Rohman saat dikonfirmasi, Rabu (21/1/2026).
Pernyataan tersebut bukan sekadar basa-basi. Ia menjadi pengakuan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berdiri di atas wilayah administratif, melainkan juga di atas ikatan emosional dan rasa memiliki.
Selama ini, Paguyuban Wong Blora Community Batam menjadi simpul kebersamaan warga Blora di tanah rantau. Di tengah kerasnya ritme kota industri, paguyuban tersebut menjaga bahasa, watak, dan nilai wong Blora yang dikenal sederhana, ulet, serta setia pada asal-usulnya.
Silaturahmi ini pun menjadi ruang dialog, tempat harapan dan kegelisahan bertemu secara terbuka.
Bagi Pemerintah Kabupaten Blora, warga perantauan merupakan aset sosial yang strategis. Bupati Blora menegaskan bahwa etos kerja warga Blora di luar daerah justru menjadi cermin potensi daerah.
“Mereka semua adalah duta Blora. Dari cara bekerja, bersikap, hingga menjaga nama baik daerah. Itu kontribusi yang tidak ternilai,” tegasnya.
Ia menambahkan, pemerintah daerah tidak menjual janji besar, tetapi meneguhkan kesadaran bersama bahwa pembangunan berkelanjutan lahir dari hubungan yang dirawat, bukan semata dari besaran anggaran.
“Pembangunan yang kuat tumbuh dari rasa memiliki. Dari ikatan yang dijaga secara konsisten,” pungkasnya.
Sementara itu, tokoh WBC Batam sekaligus Manajer PT BME, Darmanto, menyebut pertemuan tersebut sebagai momentum penguat identitas warga Blora di perantauan.
“Yang kami rindukan bukan hanya kampung halaman, tetapi juga perhatian. Silaturahmi ini memberi pesan kuat bahwa kami tidak dilupakan,” ujarnya.
Menurut Darmanto, banyak warga Blora di Batam yang siap berkontribusi lebih dari sekadar nostalgia.
“Kami di perantauan memiliki jejaring, pengalaman, dan kapasitas. Jika pemerintah membuka ruang komunikasi yang berkelanjutan, kami siap ikut berperan untuk Blora, bukan hanya sebagai penonton pembangunan,” tandasnya.(jb)
Link berita:
https://jejakblora.id/merawat-ikatan-di-tanah-rantau-bupati-blora-sambangi-paguyuban-wbc-batam/?amp=1

Tidak ada komentar:
Posting Komentar